Kamis, 02 Desember 2021

Structuration Theory


Image souce : Anthony Giddens - People - Berggruen Institute

Halo, readers! Kalian pernagak sih menjadi anggota dari suatu organisasi lalu terikat sama beberapa aturan? Kira-kira kalian ngerasa tertekan dengan peraturan itu atau mungkin kalian senang terikat dengan suatu aturan? Kalian tau gak sih kalau peraturan yang ada di dalam organisasi itu ada teorinya? Ternyata ada, lho! Teorinya adalah Structuration theory atau yang biasa dikenal dengan “Teori Penstrukturan Adaptif ”, teori ini merupakan teori yang menjelaskan mengenai peraturan yang terdapat di suatu struktur organisasi. Teori ini dicetuskan oleh 4 orang ahli, lho! Siapa aja sih ahli-ahlinya? 

1. Anthony Giddens

Anthony Giddens merupakan seorang sosiolog di Inggris yang berasal dari Britania Raya, Giddens lahir di London pada 18 Januari 1938. Sosiolog ini berhasil dikenal banyak orang berkat structuration theory.

2Marshall Scott Poole

Marshall Scott Poole merupakan seorang ahli yang lahir pada 1951, Poole merupakan seorang peneliti komunikasi dan profesor komunikasi di University of Illinois, Urbana.

3. David R. Seilbod

David R. Seilbod merupakan seorang profesor di University of California, Santa Barbara.

4. Robert D. McPhee

Robert D. McPhee merupakan Marshall Scott Poole yang berasal dari University of California.

Teori ini menjelaskan bahwa setiap organisasi pasti memiliki struktur yang dapat diinterpretasikan menjadi peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen struktur organisasi.

Anthony Giddens (1979)

Anthony Giddens mengibaratkan peraturan seperti pedang yang memiliki 2 sisi. Peraturan tersebut bisa membuat kita menjadi individu yang lebih teratur, tetapi di lain sisi peraturan menjadi suatu hal yang sedikit memberatkan kita.

Menurutnya, organisasi akan menciptakan struktur yang dapat diartikan sebagai aturan dan sumber daya organisasi. Pada gilirannya, struktur ini menciptakan sistem sosial dalam suatu organisasi. Organisasi mencapai kehidupan mereka sendiri karena cara anggota mereka menggunakan struktur tersebut. Di sinilah, struktur kekuasaan yang menuntun proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok atau organisasi.

Anthony juga berasumsi bahwa perilaku dari setiap anggota kelompok dipengaruhi oleh tiga elemen tindakan, yaitu :

1. Interpretasi

2. Moralitas

3. Kekuasaan

Marshall Scott Poole (1990), David R. Seibold dan Robert D. McPhee (1985&1996)

Marshal Scott Poole melakukan pengembangan dan memperluas teori Anthony Giddens menganai structuration theory sebelumnya. Bersama rekan-rekannya yang berasal dari University of California yaitu David R. Seibold dan Robert D. McPhee, Marshal Scott Poole kembali melakukan suatu program penelitian yang menerapkan teori ini pada beberapa proses pengambilan keputusan yang terjadi di dalam suatu kelompok atau organisasi.

Marshal Scott Poole juga mengatakan bahwa setiap individu menciptakan dan membentuk suatu kelompok sebagaimana mereka berperilaku di dalam kelompok tersebut. Seperti apa yang dikatakan oleh Anthony Giddens,  bahwa perilaku dari setiap anggota kelompok dipengaruhi oleh tiga elemen, yaitu interpretasi, moralitas, dan kekuasaan. Ketiga elemen tersebut akan menghasilkan hasil yang menarik jika dikolaborasikan atau digabungkan dalam proses pembuatan keputusan di dalam suatu kelompok atau organisasi.

Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Marshall Scott Poole bersama rekan-rekannya yaitu David R. Seibold dam Robert D. McPhee, Marshall Scott Poole menemukan hasil bahwa secara umum terdapat tiga jenis rangkaian keputusan, yaitu :

  1. A Standart Unitary Sequence, yaitu merupakan rangkaian standar tunggal yang serupa dengan model urutan tunggal.
  2. Complex Cyclic Sequence, pada rangkaian ini kelompok akan melihat ke berbagai arah dengan tujuan untuk mencari kejelasan masalah dan mencari solusi yang terbaik.
  3. Solution Oriented Sequence, pada rangkaian ini seluruh fokus diberatkan kepada pencarian solusi. Maka tidak dilakukan analisis yang mendalam.

Structuration Theory juga memiliki beberapa asumsi, lho! Kira-kira apa aja sih? Berikut asumsi-asumsi dari Structuration Theory 

Grup dan Organisasi Diproduksi Melalui Penggunaan Aturan dan Sumber Daya

Setiap tindakan atau perilaku yang melibatkan kelompok atau organisasi mempengaruhi masa lalu. Riwayat ini berfungsi sebagai referensi untuk memahami aturan atau sumber daya apa yang diperlukan untuk beroperasi di dalam grup atau organisasi. Perlu juga untuk kita ingat bahwa setiap kali kita berkomunikasi dengan seseorang, kita membangun awal yang baru dengan :

  • Membuat aturan atau harapan baru

Dalam membangun awal yang baru , kita masih mengandalkan aturan dan harapan masa lalu untuk memandu perilaku kita.  Jadi, kita tidak pernah lepas dari sejarah kita. sejarah terus mempengaruhi keputusan kita untuk berperilaku dalam kelompok dan organisasi.

  • Mengubah aturan yang ada

Hal ini juga mempengaruhi perubahan yang mungkin terjadi dalam sistem. Semua tindakan komunikatif kita ada dalam hubungan dengan masa lalu. Aturan historis akan digunakan sebagai referensi untuk mengubah aturan grup dalam interaksi di masa mendatang.

  • Menegaskan kembali aturan yang telah digunakan dalam masa lalu

Jika aturan bekerja dengan baik di masa lalu, kemungkinan akan dipertahankan. Namun jika tidak, kemungkinan akan diubah atau ditinggalkan. Tantangannya terletak pada penentuan aturan mana yang paling efisien atau produktif dalam mencapai tujuan kelompok atau organisasi.

Aturan Komunikasi Berfungsi Sebagai Media dan Hasil Dari Interaksi

Structuration theory adalah gagasan bahwa aturan secara bersamaan memberikan pedoman dan membatasi perilaku kelompok. Struktur kelompok mencakup jaringan aturan dan sumber daya yang digunakan oleh anggotanya dalam membuat keputusan tentang perilaku komunikasi apa yang diharapkan.

Katherine Miller (2005)

Katherine Miller membahas pentingnya sebuah aturan dalam kelompok atau organisasi. Menurutnya, aturan bertindak sebagai resep untuk kehidupan sosial karena aturan merupakan prosedur yang dapat digeneralisasikan tentang bagaimana cara untuk menyelesaikan sesuatu.

Structuration theory mengasumsikan bahwa untuk memahami aturan dari suatu sistem sosial, individu perlu mengetahui beberapa sumber daya latar belakang yang mengarah pada aturan tersebut.

Struktur Kekuasaan Hadir Dalam Organisasi dan Memandu Proses Pengambilan Keputusan

Kekuasaan adalah kekuatan yang berpengaruh dalam mencapai keputusan dalam organisasi. Dalam structuration theory, kekuasaan dianggap sebagai kemampuan untuk mencapai hasil dan memungkinkan kita untuk mencapai tujuan kita. Penting untuk mempertimbangkan peran yang dimainkan aturan dalam diskusi tentang kekuasaan ini. Berdasarkan sejarah berdirinya suatu organisasi, biasanya aturan telah ditetapkan untuk memberikan beberapa anggota suatu bentuk kekuasaan tertentu atas pemaksaan kekuasaan lain atas kehendak pribadi pada orang lain.

Elemen-Elemen Pada Structuration Theory


Agency and Reflexivity

  • Agency/Agensi

Agensi didefinisikan sebagai perilaku atau aktivitas spesifik yang dilakukan manusia dan yang dipandu oleh aturan dan konteks di mana interaksi berlangsung. Sedangkan agen mengacu pada orang yang terlibat dalam perilaku ini.

  • Reflexivity/Refleksivitas

Refleksivitas mengacu pada kemampuan seseorang untuk memantau tindakan dan perilaku mereka. Intinya, anggota sebuah organisasi mampu melihat ke masa depan dan membuat perubahan dalam struktur organisasinya jika tampak seolah-olah hal-hal tidak akan berjalan sesuai dengan rencana.

Duality of Structure

  • Rules

Rules/aturan digunakan untuk merujuk pada rutinitas umum yang dimiliki atau diikuti organisasi dalam mencapai sasaran. Daripada melihat aturan sebagai pedoman ketat mengapa sesuatu harus dilakukan akan lebih berguna untuk melihatnya sebagai instruksi manual tentang bagaimana suatu tujuan bisa tercapai.

  •  Resources

Resources mengacu pada kekuatan yang dibawa individu ke dalam kelompok atau suatu organisasi. Kekuatan ini berpengaruh karena mengarahkan individu untuk mengambil tindakan atau memulai suatu perubahan. Pada resources ini terdapat dua jenis, yaitu authoritative resources (karakteristik interpersonal) dan allocative resources (bantuan dalam bentuk materi).

Nah sekarang sudah kenal kan sama Structuration Theory? Ternyata banyak ya hal sederhana yang ternyata punya penjelasan secara teoritis.

Kalau menurut kalian, apa nih yang paling menarik dari teori ini? Jangan lupa ketik di kolom kometar ya! Terima kasih.

Penulis adalah mahasiswa semester I jurusan Hubungan Masyarakat Program Vokasi Universitas Indonesia.

112 komentar:

  1. alai 2022 jd penulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Unknown! Waa, aamiin. Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hai Pramata Inra Farhana! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  3. Balasan
    1. Hai Salsya Sabilah! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  4. Balasan
    1. Hai Syifa Nur Khoirunnisa! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  5. kak! insightfull bgt makasih ya! semangat nulis blog nya <3

    BalasHapus
  6. wah mau kenalan lebih lanjut sama writernya nihh

    BalasHapus
  7. mas fauzan semangat ngajarnyaa

    BalasHapus
  8. kerenn bgt designnyaa dan kontennya insightful bangettt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Fauzan Ilham! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  9. yang nulis pasti pinter bgt deh!!!

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. Hai Anayya Nailah! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  11. Rapih banget nulisnya, kontennya juga bermanfaat. Semangat nulisnya!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Dimas Prakosa! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  12. Balasan
    1. Hai Rizkha Zahra! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  13. Wahhh keren banget langsung jadi cerdas abis baca artikel ini

    BalasHapus
  14. Abis baca ini wawasan saya bertambah walaupun hanya sedikit

    BalasHapus
  15. Keren banget kontennyaa! Jadi makin paham kalo di suatu organisasi terdapat teori yang mendalami hal tersebut yang tentunya adalah structuration theory :D

    BalasHapus
  16. tulisannya bagus bangettt, kerenn!!!

    BalasHapus
  17. Ihiyyyyyy keren! Semangat terus aleee!

    BalasHapus
  18. Asli keren banget nih anak😊

    BalasHapus
  19. sangatt menarikk!! semangatt kaa<33333

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah setelah membaca artikel ini saya ingin mengajak debat ketua himpunan

    BalasHapus
  21. Makasih kak saya jadi memahami lebih jauh tentang teori ini

    BalasHapus
  22. insightful bgt jujur kak! semoga penulis selamat dunia akhirat ya karena kalo ga selamet gabisa ngonten lagi, kan aku nungguin! love u kak -naia

    BalasHapus
  23. bermanfaat banget infonya terimakasih semangat berjuang cantik 💪🤩

    BalasHapus
  24. informatif parah, suka ni yang gini gini semangat ya writer!

    BalasHapus
  25. waah sangat mudah dimengerti dan bermanfaat sekalii

    BalasHapus
  26. informatif banget kakk, aku jadi tau kalau kekuasaan itu jadi salah satu faktor dalam penentuan keputusan🤩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Azzahra Putri! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  27. baguss, penjelasannya juga menarik, semangat terus yaaa👐

    BalasHapus
  28. informatif banget, penjelasannya juga mudah dipahami👍🏻

    BalasHapus
  29. Balasan
    1. Hai Muhammad Akmal! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  30. Balasan
    1. Hai Areyndra Ardhie! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  31. emang bener kekuasaan itu bisa jadi penentuan keputusan, kaya jadi ketua walaupun hanya ketua kelas wkwk. keren bgtt kak✨

    BalasHapus
  32. Balasan
    1. Hai Meylinda Willdan! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  33. Balasan
    1. Hai Meylinda Willdan! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  34. penjelasannya menarik bangett keren��

    BalasHapus
  35. Wah, bener-bener insigthful banget materinya dan penulisannya juga rapi. Semangat Kak Alaidaa!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Aziz Bagus Septian! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  36. kerennn, terimakasii penjelasannyaa

    BalasHapus
  37. Balasan
    1. Hai Androw Ferdinand Putra Nugraha! Terima kasih telah berkomentar🤗

      Hapus
  38. keep it up alai <3333333333333

    BalasHapus
  39. Hai Arini! Terima kasih telah berkomentar🤗

    BalasHapus
  40. hi alai! terimakasih telah berkomentar🤗

    BalasHapus

Revisi Peraturan PPKM : Kenapa Peraturan Mengalami Perubahan ?

      Ima ge   Source :  a-Rehab-Center-in-Los-Angeles.jpg (800×533) (thewwnews.com) Halo readers ! Kita kembali lagi nih ke teori yang memb...